sistem pencernaan makanan pada manusia

Untuk dapat bertahan hidup, suatu makhluk hidup memerlukan energi baik manusia, tumbuhan maupun hewan. Salah satu sumber energi yang sangat penting bagi makhluk hidup adalah makanan. tanpa makan makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup untuk waktu yang lama. Lantas darimana makanan itu didapat??
Bagi manusia dan hewan, makanan bisa didapat dari makhluk hidup lain, yaitu tumbuhan. Karena dalam hal ini manusia dan hewan tidak dapat membuat sendiri makanannya (organisme heterotrof). Sedangkan tumbuhan merupakan organisme autotrof yaitu makhluk hidup yang dapat membuat sendiri makanannya, dengan memanfaatkan berbagai unsur yang ada di alam. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Tapi pada postingan kali ini saya tidak akan membahas banyak tentang tumbuhan. Kali ini saya akan membahas tentang sistem pencernaan, khususnya pada manusia.
OKEH... mari kita simak
Pencernaan makanan manusia adalah proses untuk merubah makanan dari ukuran yang besar menjadi kecil dan halus, untuk memecah molekul makanan yang kompleks menjadi lebis sederhana agar dapat diserap tubuh dengan bantuan enzim dan organ pencernaan makanan.
Umumnya, proses pencernaan makanan pada manusia dbagi menjadi dua.
Apa saja????
ini dia....
1. Proses pencernaan makanan secara kmekanis
Proses pencernaan makanan secara mekanis yaitu proses pencernaan makanan yang mengubah makanan dari yang berukuran besar menjadi kecil/halus, dengan bantuan organ pencernaan (seperti gigi).
2. Proses pencernaan kimiawi (enzimatis)
Proses pencernaan kimiawi (enzimatis) adalah proses perubahan zat makanan dari molekul kompleks menjadi lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan.
 Jadi dapat disimpulkan bahwa pada pencernaan mekanik, yang berperan adalah Organ pencernaan, sedangakan pada pencernaan kimiawi (ezimatis), yang berperan adalah enzim.

Alat pencernaan pada manusia dibagi menjadi 2 bagian yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus. Sedangkan kelenjar pencernaan menghsilkan enzim-enzim untuk mempercepat proses pencernaan secara kimiawi. Kelenjar pencernaan manusia terdiri atas air liur, kelenjar getah lambung, hati, dan pankreas.





A. Saluran Pencernaan Pada Manusia

1. Mulut

Mulut merupakan saluran pertama yang dilewati makanan. Pada mulutlah proses pencernaan makanan dimulai. Di dalam rongga mulut (cavum oris) terdapat organ-organ pencernaan seperti gigi, lidah, dan kelenjar ludah yang memiliki peran yang berbeda beda.

  • Gigi, berfungsi memotong, mengoyak, dan mengunyah makanan hingga menjadi kecil/halus sehingga mempermudah kerja enzim. Berdasarkan bentuknya, gigi dibagi menjadi 3 yaitu gigi seri (berfungsi memotong makanan), gigi taring ( berfungsi mengoyak/ mencabik makanan), dan gigi graham (berungsi mengunyah makanan). Selain itu, gigi juga memiliki 3 bagian utama, yaitu: mahkota gigi (bagian gigi yang berada diluar gusi), leher gigi (bagian gigi yang berada dalam gusi), dan akar gigi (bagian gigi yang tertanam di dalam tulang rahang).
  • Lidah, merupakan jaringan otot yang memiliki pangkal pada bagian belakang dasar mulut. Lidah memiliki beberapa fungsi dalam proses pencernaan, yaitu: mengatur posisi makanan pada gigi agar mudah dikunyah, membantu proses menelan makanan, dan sebagai indra pengecap rasa.
  • Kelenjar ludah. Sesuai dengan namanya kelenjar ludah adalah kelenjar yang berfungsi menghasilkan ludah (air liur). Ada 3 kelenjar ludah pada mulut, Kelenjar ludah tersebut dapat menghasilkan 1-2,5 liter ludah / hari. Kandungan ludah pada manusia adalah: air, mucus, enzim amilase,zat antibakteri, dll. Di dalam air liur terdapat enzim amilase (ptialin) yang dapat mengubah amilum (zat tepung) menjadi maltosa (gula).
rongga-mulut

2. Kerongkongan (esophagus)

Setelah makanan dikunyah dan dihaluskan di mulut, selanjutnya akan diteruskan menuju kerongkongan. Kerongkongan (esophagis) merupakan saluran yang menghubungkan rongga mulut dan lambung. Dianntara mulut dan ujung saluran esophagus terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke saluran pernafasan (trakea/tenggorokan). Funsi esophagus menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Agar makanan dapat sampai ke lambung, esophagus membuat gerakan peristaltik. Gerak peristaltik adalah gerak kerongkongan mendorong makanan agar sampai ke lambung.

3. Lambung (ventrikulus)

Setelah melalui kerongkongan selanjutnya makanan masuk ke lambung. Lambung manusia terletak di bawah diafragma, sebelah kiri. Dinding lambung tersusun atas otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Otot polos yang menyusun lambung ada 3 yaitu: otot memanjang di bagian paling luar, otot melingkar di bagian tengah, dan otot menerong di bagian dalam.
Lambung terdiri dari 3 bagian yaitu:
  • Kardiak (bagian atas yang menghubungkan kerongkongan dan lambung)
  • Fundus (bagian tengah lambung yang agak menggembung)
  • Pilorus (bagian bawah yang merupakan penghubung lambung dengan usus halus)
Selain terjadi pencernaan mekanik, di lambung juga terjadi pencernaan secara kimiawi (enzimatis) dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung, seperti:
  • Asam HCL, mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
  • Lipase yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Renin, mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). hanya dimiliki bayi
  • Mukus, melindungi kerusakan dinding lambung akbat asam HCL

4. Usus Halus

Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Panjangnya sekitar 6-8 meter. Usus halus pada manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: duodenum atau usus 12 jari (lebih kurang 25 cm), jejunum atau usus kosong (kurang lebih 2,5 meter), dan ileum atau usus penyerapan (sekitar 3,6 meter).
Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi. pencernaan kimiawi ini dilakukan dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus dan senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas yang dilepas kan ke usus halus.

usus-halus


senyawa-senyawa yang dihasilkan di usus halus adalah:
  • Disakaridase, menguraikan disakarida mennjadi monosakarida
  • Erepsinogen erepsin yang belum aktif akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Hormon sekretin merangsang kelenjar pankreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihhasilkan ke usus halus
  • hormon CCK (kolesistokinin) merangsang hati untunk mengeluarka cairan empedu ke dalam usus halus.
Senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas:
  • Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
  • Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Amilase mengubah amilum mejadi disakarida
  • Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
  • Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
  • Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
  • Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
  • Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal

5. Usus Besar (Kolon)

Kolon merupakan lanjutan dari usus halus. Sisa-sisa makanan yang sudah diserap sari-sarinya oleh usus halus akan terdorong masuk ke dalam usus besar. Di dalam usus besar, air dan garam mineral yang masih terdapat dalam sisa-sisa makanan ini akan diserap kembali oleh dinding kolon. Setelah itu, sisa-sisa makanan akan ditampung di dalam rektum untuk dibusukkan oleh bakteri pembusuk yang disebut dengan Escherichia coli. Zat-zat sisa makanan yang sudah menjadi feses (tinja) ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui anus.

Fungsi kolon :
  • Menyerap air selama proses pencernaan.
  • Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
  • Membentuk massa feses
  • Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.

6. Rektum dan Anus

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pengunjung yang baik adalah pengunjung yang selalu memberikan komentar :)